News Pangkajane sidenreng — Suasana Desa Tekolabbua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, akhir pekan ini tampak semarak. Ratusan warga tumpah ruah di kawasan Pandang Lau untuk menyaksikan lomba balap perahu tradisional Jolloro dan Katinting yang digelar dalam rangka memperingati hari jadi desa sekaligus mempromosikan potensi wisata bahari daerah tersebut.

Acara yang digagas oleh pemerintah desa bersama komunitas nelayan lokal ini menjadi magnet bagi masyarakat dari berbagai kecamatan di Pangkep. Sejak pagi, deru mesin katinting dan kayuhan jolloro silih berganti memecah permukaan laut yang tenang, disambut sorak-sorai penonton di sepanjang bibir pantai.
Baca Juga : TMMD ke-126 Kodim 1421/Pangkep Rampungkan Sumur Bor di Mappasaile, Warga Sambut dengan Sukacita
Kepala Desa Tekolabbua, H. Basri, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pelestarian tradisi maritim yang sudah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat pesisir.
“Balap Jolloro dan Katinting ini bukan hanya hiburan, tapi juga simbol persaudaraan dan semangat gotong royong. Kita ingin generasi muda tetap mencintai laut dan menjaga warisan budaya bahari,” ujarnya.
Selain ajang adu kecepatan, kegiatan ini juga menjadi daya tarik wisata baru bagi Pangkep. Banyak pengunjung dari luar daerah, termasuk wisatawan dari Makassar dan Barru, datang untuk menyaksikan keunikan perahu tradisional khas Sulawesi Selatan tersebut.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Antusiasme Warga
Pemerintah Kabupaten Pangkep turut memberikan dukungan terhadap kegiatan yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal. Pedagang kaki lima hingga pelaku UMKM lokal terlihat memanfaatkan momentum ini untuk menjual makanan khas, minuman dingin, dan cendera mata khas Tekolabbua.
“Event seperti ini sangat positif karena memberi dampak langsung bagi masyarakat. Selain menghibur, juga memperkenalkan potensi wisata bahari Pangkep,” ungkap Camat Pangkajene, Andi Rifaldi, yang turut hadir membuka acara secara resmi.
Para peserta lomba yang berasal dari berbagai desa pesisir menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam mengendalikan perahu di lintasan sepanjang 500 meter. Kategori lomba dibagi menjadi dua: balap Jolloro tradisional dan balap Katinting bermesin, dengan hadiah menarik berupa uang tunai, piala, serta perlengkapan nelayan.
Upaya Promosi Wisata dan Budaya Lokal
Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap agar Pandang Lau dapat semakin dikenal sebagai destinasi wisata bahari unggulan di Kabupaten Pangkep. Pemerintah desa juga berencana menjadikan lomba ini sebagai agenda tahunan yang masuk dalam kalender pariwisata daerah.
“Kami ingin Pandang Lau menjadi ikon wisata bahari Pangkep. Tahun depan, kita akan kembangkan festival ini lebih besar lagi dengan melibatkan komunitas seni dan pelaku pariwisata,” tambah H. Basri.
Gelaran balap Jolloro dan Katinting di Pandang Lau Tekolabbua tahun 2025 ini bukan sekadar lomba, melainkan manifestasi semangat masyarakat pesisir Pangkep dalam melestarikan budaya, memperkuat ekonomi lokal, dan memperkenalkan keindahan laut mereka ke mata publik.