NEWS Pangkajene Sidenreng – Peringatan Milad Muhammadiyah Sidrap ke-113 menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin, mencanangkan dua program strategis, yakni program Bermalam di Desa dan gerakan tanam alpukat sebagai upaya mendorong pembangunan berbasis masyarakat.

Bupati Syaharuddin menegaskan bahwa pemerintah daerah memerlukan kehadiran langsung di tengah masyarakat untuk memahami persoalan secara nyata. Melalui program Bermalam di Desa, jajaran pemerintah daerah akan turun langsung ke desa-desa dan bermalam bersama warga. Program ini bertujuan memperkuat pelayanan publik, menyerap aspirasi masyarakat, serta mempercepat penyelesaian persoalan di tingkat desa.
Selain itu, Bupati Sidrap juga mencanangkan gerakan tanam alpukat sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah mendorong pemanfaatan lahan produktif di desa untuk tanaman bernilai ekonomi tinggi. Alpukat dipilih karena memiliki potensi pasar yang baik dan relatif mudah dikembangkan di wilayah Sidrap.
Dalam sambutannya pada peringatan Milad Muhammadiyah Sidrap, Bupati Syaharuddin menyampaikan apresiasi atas peran Muhammadiyah dalam pembangunan sumber daya manusia. Ia menilai Muhammadiyah konsisten berkontribusi di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan selama lebih dari satu abad.
Pemerintah Kabupaten Sidrap mengajak Muhammadiyah dan seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi mendukung program pembangunan daerah. Pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi agar setiap program dapat berjalan efektif dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah di Sidrap tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi sarana refleksi dan aksi nyata. Dengan program Bermalam di Desa dan gerakan tanam alpukat, pemerintah daerah berharap mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat desa sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Ke depan, Pemkab Sidrap akan terus mengembangkan program berbasis partisipasi masyarakat. Pemerintah daerah optimistis sinergi dengan Muhammadiyah mampu mempercepat terwujudnya Sidrap yang maju, religius, dan mandiri.