NEWS Pangkajane Stdenreng — Setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari, tim gabungan akhirnya menemukan jenazah balita yang tenggelam di Perairan Laiya, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep, pada Kamis (30/10/2025) pagi.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5395605/original/068125600_1761712812-1001107055.jpg)
Balita berusia tiga tahun itu sebelumnya dilaporkan hilang setelah terjatuh dari perahu saat bersama keluarganya yang sedang beraktivitas di sekitar perairan tersebut pada Selasa sore. Upaya pencarian langsung dilakukan oleh Basarnas Makassar, Polairud Pangkep, serta dibantu warga dan nelayan setempat.
Baca Juga :Duel Maut Pria di Pangkep, Seorang Tewas
Kepala Basarnas Makassar, Imam Saptono, membenarkan bahwa korban ditemukan mengapung sekitar 300 meter dari lokasi awal kejadian. Saat ditemukan, tubuh korban sudah tidak bernyawa dan segera dievakuasi ke daratan untuk proses identifikasi lebih lanjut.
“Korban ditemukan oleh tim gabungan pada pukul 08.15 Wita dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” jelas Imam.
Dua Hari Pencarian, Balita Tenggelam di Perairan Laiya Ditemukan Tak Bernyawa
Menurut keterangan saksi, insiden bermula saat keluarga korban tengah menaiki perahu kecil menuju daratan dari Pulau Laiya. Saat perjalanan, ombak tiba-tiba datang menghantam perahu, menyebabkan korban terpeleset dan jatuh ke laut. Upaya penyelamatan sempat dilakukan oleh orang tua korban, namun arus laut cukup kuat sehingga korban cepat terbawa.
“Pihak keluarga dan nelayan sekitar sempat melakukan pencarian mandiri, namun karena kondisi gelombang cukup tinggi dan jarak pandang terbatas, korban baru ditemukan pada hari ketiga operasi SAR,” tambah Imam.
Tim SAR Temukan Jenazah Balita Tenggelam di Perairan Laiya Setelah Dua Hari Pencarian
Operasi pencarian melibatkan tim SAR gabungan dengan menggunakan perahu karet, drone pengintai, dan penyelam. Selain itu, nelayan setempat turut membantu dengan memantau area laut dangkal di sekitar pulau.
Kapolres Pangkep, AKBP [Nama Kapolres], mengungkapkan belasungkawa atas musibah tersebut dan mengimbau masyarakat pesisir agar selalu berhati-hati ketika beraktivitas di laut, terutama saat membawa anak-anak.
Anak Tiga Tahun Tenggelam di Pangkep, Jenazah Ditemukan 300 Meter dari Lokasi Jatuh
“Peristiwa ini menjadi pelajaran penting agar setiap warga yang beraktivitas di perairan selalu menggunakan alat keselamatan, termasuk jaket pelampung, terutama bagi anak-anak,” ujarnya.
Usai penemuan jenazah, operasi SAR resmi ditutup. Pihak keluarga korban menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim penyelamat dan warga yang terlibat dalam pencarian.
Dengan ditemukannya jenazah korban, suasana duka menyelimuti kediaman keluarga di Pulau Laiya. Warga turut berdatangan untuk memberikan doa dan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.








